Make your own free website on Tripod.com

Doa Puasa nasional 40 hari

PIMPIN, KAWAL DAN SERTAI BANGSAMU MEMASUKI ERA MILENIUM KE-3 (1)

( Warta Sepekan GBI Bethany, 28 November 1999 )

 

 

Memimpin, mengawal dan menyertai bangsa untuk memasuki era milenium ke-3?! Memangnya kita ini siapa? Dan mengapa harus melakukan ini?

Dua pertanyaan yang wajar-wajar saja muncul bagi siapapun yang diberi tugas untuk itu, termasuk kita, umat pilihan-Nya.

Tetapi ada suatu hal yang perlu kita renungkan, yaitu tugas atau beban biasanya diberikan oleh yang mempunyai wewenang kepada seseorang yang dianggap mampu untuk menyelesaikannya.

Kalau tugas itu dari Tuhan, atau kita percayai dari Tuhan, pasti tidak akan salah. Dan kalau tugas itu diberikan kepada kita, pasti akan terselesaikan dengan sempurna, sebab Tuhan sendiri yang akan melakukan. Kita hanya perlu taat saja.

Tuhan pasti tahu siapa dan bagaimana kemampuan kita, walaupun kita sendiri umumnya tidak mengenal siapa dan bagaimana sesungguhnya kemampuan kita.

Dalam menyelesaikan tugas yang dari Tuhan itu sesungguhnya Dia tidak membutuhkan kemampuan kita.Yang diperlukan hanya ketaatan saja. Hanya dengan ketaatan itulah Dia akan sanggup untuk menyelesaikan setiap beban yang Dia berikan kepada kita.

Renungan minggu ini, dan mingu-minggu berikutnya, akan menjawab kedua pertanyaan di atas serta apa yang harus kita lakukan. Kalau Roh Kudus sudah memberikan pengertian dan pewahyuan khusus kepada kita mulailah melangkah dengan iman! Kita beri kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada bangsa yang kita kasihi ini.

Mengapa bangsa kita perlu dipimpin, dikawal dan disertai ?

Sebab begitu memasuki era milenium ke-3, pada detik terakhir 31 Desember 1999 atau detik pertama 1 Januari 2000, dunia, dan juga bangsa kita, sudah dihadang oleh musuh yang belum pernah ada, dan yang tidak akan pernah ada lagi, yaitu milenium bug atau y2k ! Detik pertama di awal era milenium ke-3 ini merupakan deringan bel bagi si 'monster' tehnologi untuk bangun dan mulai beraksi.

Dunia tidak tahu apa yang benar-benar akan terjadi pada saat itu sebab musuh ini memberikan dampak yang belum bisa diramalkan karena memang belum pernah terjadi. Ramalan-ramalan bencana yang mungkin terjadi sudah bisa dipikirkan, dan
mulai diantisipasi, tetapi bagaimana yang sebenarnya akan terjadi, tidak ada seorang pun yang tahu. Bisa juga membawa bencana yang besar!

Bangsa kita, dan bangsa-bangsa lain, dengan hati yang berdebar-debar dan was-was, sedang menunggu. Era milenium ke-3 pasti datang, sama pastinya dengan matahari yang besok pagi pasti terbit! Kita bisa menunda bangunnya monster ini kalau kita bisa menghentikan matahari atau kita bisa menghentikan waktu atau kita bisa menghentikan berputarnya bumi! Sesuatu yang secara tehnologi tidak mungkin bisa dilakukan!

Dunia sebenarnya sedang panik.

Sementara orang mencoba untuk tidak panik dengan ber-'rasionalisasi', yaitu berusaha untuk menenang-nenangkan diri, dengan mencari-cari penjelasan secara jiwani. Sementara orang lain tidak mau memusingkan hal itu dan berharap pasti lewat dengan sendirinya.

Apakah kalau keadaan tenang-tenang saja masalah akan hilang dengan sendirinya? Atau, kalau kita berharap hal itu tidak terjadi, maka musuh tidak jadi menyerang karena takut harapan kita ?

Tuhan Yesus mengutip, dan sekaligus mengingatkan, keadaan tenang-tenang seperti saat ini dengan kata-kata, 'Sebab sebagaimana mereka pada jaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk kedalam bahtera' (Matius 24:38) Dan habislah seluruh makhluk yang bernafas di dunia karena terendam dengan air bah kecuali keluarga Nuh yang delapan orang itu!

Masalah milenium bug ini merupakan peringatan dini dari Tuhan yang diberikan kepada manusia. Peringatan yang sekaligus menunjukkan bahwa memang hikmat dunia dan manusia itu sangat terbatas, betapa hebatpun mereka minta pengakuan untuk itu. Tetapi kita wajib mengucap syukur sebagai umat pilihan Tuhan, umat tebusan Tuhan Yesus Kristus, yang memiliki hikmat Allah sendiri, yang melampau segala pikiran manusia.

Bukan itu saja, umat pilihan ini, kita semua, juga memiliki Penasihat Ajaib, Roh Kudus, yang siap sedia untuk memberikan nasihat-Nya 24 jam dalam sehari!

Bukan itu saja, umat pilihan ini, mereka yang sudah lahir baru melalui pertobatan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, sudah Tuhan beri otoritas dan kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Tuhan Allah juga sudah memberi kuasa kepada setiap umat-Nya untuk menaklukkan dan menguasai segala ciptaan-Nya, serta disediakan berkat-berkat jasmani dan rohani, antara lain mengangkat umat-Nya menjadi kepala dan bukan ekor, umat-Nya akan tetap naik dan bukan turun, mereka akan memukul kalah setiap musuh yang menyerang, yang walalupun dengan bersatu jalan mereka maju akan tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari padanya. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Dan ada satu lagi, kalau kita tunduk kepada Allah dan melawan Iblis maka dia akan lari dari kita!

Janji-janji dan ketetapan yang telah Tuhan berikan kepada setiap umat tebusan-Nya itulah yang menjadikan kita semua menjadi pasukan atau lasykar Kristus yang tidak akan pernah dikalahkan!

Untuk itu tidak salah kalau Tuhan telah menetapkan kita, umat pilihan-Nya, untuk menjadi pemimpin dan pengawal bangsa, dan dunia, dalam memasuki era milenium ke-3 ini. Era yang akan penuh dengan ketidak pastian, penuh dengan krisis, yang kita sebut saja penuh dengan gejolak-gejolak akhir jaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus. (Perhatikan, ini bukan berarti Tuhan Yesus akan datang di tahun 2000! Dia bisa saja datang sebelum atau sesudah tahun itu).

Tuhan sendiri telah mengingatkan dalam firman-Nya bahwa pada suatu saat akan digoncangkan bukan hanya bumi, tetapi langit juga, sehingga tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

Kita bukan saja hanya memimpin dan mengawal bangsa kita tetapi juga menyertai mereka.

Memimpin itu berarti membawa ke suatu tujuan atau tempat.

Kalau kita diminta untuk memimpin bangsa berarti kita diminta untuk membawa bangsa kita menuju ke suatu tempat.

Membawa kemana?

Membawa mereka ke Tanah Perjanjian!

Ini berarti bahwa saat ini bangsa kita sebenarnya sedang berada di tanah Mesir rohani. Keadaan dimana terjadi ketidak adilan, penindasan, kesewenang-wenangan, penjarahan, kelaparan, penderitaan, kutukan, dan sebagainya.

Kita, sebagai umat pilihan yang sudah terbebas dari itu semua, diminta untuk memimpin, mengawal dan menyertai bangsa ini untuk menuju ke Tanah Perjanjian, yaitu kehidupan yang penuh dengan kelimpahan madu dan susu!

Tuhan Yesus mempunyai maksud untuk bangsa kita.

Tuhan Yesus ingin melepaskan bangsa kita seperti Dia telah melepaskan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir di Perjanjian Lama. Ini tugas yang Yesus bebankan kepada kita.

Tuhan itu Tuhan yang memiliki tujuan dan rencana.

Tuhan itu Tuhan yang tanpa batas.

Umat Tuhan diberi karunia yang sama karena Dia sendiri yang akan berkarya melalui umat tebusan-Nya.

Kita pimpin bangsa kita untuk menuju Tanah Perjanjiannya.

Memimpin itu berarti membimbing dan merintis atau membuka jalan. Pemimpin itu tahu tujuan dan berjalan di depan untuk menyingkirkan bahaya-bahaya yang ada, yang berupa jebakan atau perangkap atau serangan musuh. Kita pimpin dan kawal
bangsa kita sehingga sampai ke tujuan yang telah Allah tetapkan, Tanah Perjanjian yang penuh dengan kebenaran, damaisejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Bangsa yang akan tinggal dan hidup di Kerajaan Allah, Kerajaan yang tidak tergoncangkan !

Mengawal bisa berarti berjalan bersama-sama, baik di samping, di kiri, di kanan, bahkan ada di antara mereka. Dimanapun pengawal berada dia tetap pada tugasnya sebagai pengawal, yang harus selalu waspada akan ulah musuh untuk
menghancurkan bangsa. Pengawal akan membuka mata dan telinga rohaninya lebar-lebar untuk melihat dan mendengar, baik terhadap gerakan-gerakan musuh yang menyusup maupun komando dari Panglima Tertinggi, Tuhan Yesus Kristus.

Mengawal bisa juga berada di bagian belakang rombongan untuk menjaga keselamatan dan keutuhan barisan / bangsa serta membereskan kotoran-kotoran dan kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh lewatnya rombongan yang dikawal dan sekaligus menghapus jejak-jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkannya sehingga musuh tidak bisa mengejarnya. Tugas pengawal ini juga mengadakan pemberesan dengan Tuhan bila ada dari mereka yang menyakitkan hati-Nya.

Dimanapun pengawal berada, mereka bertindak sebagai penjaga dan pengintai. Mereka akan mempertahankan tembok-tembok yang rubuh dan membangunnya kembali. Dan mereka itu adalah setiap umat pilihan Tuhan, yang mau ambil
bagian untuk memimpin dan mengawal serta menyertai bangsa dengan doa-doanya. Mereka adalah pasukan-pasukan doa Tuhan !

(bersambung)


ke renungan yang lain