Make your own free website on Tripod.com

Era Gereja Akhir Jaman - Penyataan Kemuliaan Tuhan

PELAYANAN DENGAN KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS (3)

( Warta Sepekan GBI Bethany, 26 September 1999 )



Di Yohanes 14:12 Tuhan Yesus menantang setiap murid-Nya yang percaya kepada-Nya akan bisa melakukan seperti yang Dia telah lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar lagi! Ini berarti segala sesuatu yang telah Yesus lakukan sebagai manusia bisa juga kita lakukan, asal kita mendapat inspirasi dan pengurapan Roh Kudus, sama seperti yang Dia terima pada saat itu! Ini
rahasia pelayanan yang seharusnya dilakukan oleh setiap gereja akhir jaman.

Kita mengenal beberapa jenis iman: Iman yang menyelamatkan (Efesus 2:8) yang dipakai seseorang dalam pertobatan pertamakalinya, buah iman (Galatia 5:22) yang bertumbuh dalam kehidupan umat percaya dan dicerminkan melalui karakter
rohaninya, iman yang tumbuh (Roma 12:3, Matius 17:20) ukuran iman yang Tuhan berikan seorang umat percaya, yang bila dia memakai dengan benar iman ini akan bertumbuh. Iman ini bisa ditumbuhkan dengan memberi makan firman Tuhan dan
melatihnya dalam kehidupan dan karunia iman, yang merupakan manifestasi iman khusus yang dipercayai Tuhan akan bekerja dengan cara khusus untuk mendatangkan mujizat, bahkan seringkali melalui keadaan yang 'habis-habisan' dengan maksud untuk maksud-maksud Allahi-Nya.

Adapun maksud Tuhan memberikan karunia iman ialah untuk: menggenapi apa yang telah Tuhan nyatakan, perlidungan dan penyediaan sesuatu dalam keadaan bahaya, perbuatan mujizat, mengusir roh jahat, terobosan melakukan strategi peperangan rohani, menumpangkan tangan Baptisan Roh Kudus dan mengimpartasikan karunia-karunia Roh Kudus dan berkat. Fungsi penting karunia iman ialah dengan melatih melalui penumpangan tangan khususnya dalam baptisan Roh Kudus (Kisah 8:18) dan mengimpartasikan karunia-karunia Roh (Roma 1:11-12).

Pada saat karunia iman bekerja melalui penumpangan tangan, hasilnya akan dramatis. Karunia iman dapat mengimpartasikan kepenuhan Allah, memperkaya jiwa umat percaya, dan memampukan serta pengurapan untuk melakukan pelayanan yang dinamis. Melalui penumpangan tangan berkat-berkat dapat dinyatakan dengan mujizat dan permanen, yang mampu merubah jalan hidup umat percaya.

Karunia menyembuhkan merupakan penyembuhan supralami terhadap sakit-penyakit dan kelemahan yang diderita umat percaya. Melalui karunia ini, Roh Kudus memberikan kuasa untuk sembuh, mengobati, memperbaiki, dan membuat baru organ-organ tubuh.

Karunia ini dapat juga dinyatakan kepada mereka yang belum percaya sebagai demonstrasi kuasa Allah, kasih Allah dan kemurahan hati-Nya. Yang pada akhirnya akan menjadikan orang yang belum percaya itu berlutut dan menerima Yesus
sebagai Tuhan.

Banyak orang menganggap pada saat ada kesembuhan itu merupakan akibat dari karunia menyembuhkan. Semua kesembuhan memang pekerjaan Allah tetapi ada perbedaaan antara kesembuhan karena manifestasi karunia kesembuhan dan
kesembuhan karena iman akan firman Tuhan. Perbedaannya hanya terletak pada salurannya. Karunia kesembuhan dinyatakan melalui orang lain sedangkan kesembuhan dari Allah bisa langsung terjadi karena janji-janji-Nya.

Karunia kesembuhan (terjemahan bahasa Inggrisnya: karunia-karunia kesembuhan), berarti lebih dari satu karunia kesembuhan. Menurut salah seorang dokter Kristen semua penyakit itu bisa dikelompokkan menjadi 39 jenis. Apakah ini
memang ada kaitannya dengan jumlah bilur-bilur akibat cambukkan ke tubuh Yesus juga 39? Ini pula yang bisa memberi penjelasan mengapa ada orang tertentu yang hanya memiliki karunia kesembuhan untuk penyakit tertentu dan tidak untuk penyakit lain. Walaupun begitu kita tidak boleh membatasi karunia kesembuhan ini bahkan juga terhadap keterbatasan pengetahuan kedokteran. Sesungguhnya kesembuhan ilahi itu tidak mempunyai batas! Karunia melakukan mujizat adalah
manifestasi karunia Roh Kudus untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan manusia atau sumber-sumber alami atau hukum-hukum alam, karena Dia bisa bertindak semau-Nya dan bila perlu bertentangan dengan hukum-hukum alami yang
berlaku untuk menunjukkan kuasa dinamis Roh Kudus dan demonstrasi kuasa Allah, misalnya dalam pelayanan pelepasan. Paulus mendesak agar semua gereja merindukan karunia-karunia ini, benar-benar menginginkannya, sehingga di jaman gereja akhir ini karunia-karunia Roh Kudus termanifestasi dalam kehidupannya.

Berdoalah agar Roh Kudus memanifestasikan diri-Nya melalui karunia-karunia ini dalam kehidupanmu. Percayalah, sekarang ini karunia-karunia ini akan dinyatakan dengan lebih besar lagi melalui gereja-gereja akhir jaman Tuhan. Yesus benar-benar menginginkan kita bangun di jaman akhir ini. Kita tidak akan bisa berdiri tegak tanpa karunia-karunia khusus ini!

3. Karunia-karunia Inspirasi atau Peng-ilham-an terdiri dari karunia berkata-kata dengan bahasa roh, karunia menafsirkan bahasa roh dan karunia ber-nubuat.

Karunia berbahasa roh banyak menjadi pertentangan di antara gereja-gereja saat ini. Di satu pihak mengalami perubahan hidup kerohanian yang pesat dan perjalanan hidup rohani yang menggairahkan, sedangkan di pihak lain kehidupan rohani yang biasa-biasa dan cenderung membosan-kan. Kebingunan jemaat ditimbulkan karena adanya pengajar-pengajar dari denominasi tertentu yang menyangkal bukti-bukti alkitabiah karunia supra-alami ini. memang karunia ini
sukar dimengerti karena bekerjanya secara supralami. Sejarah gereja mencatat bahwa tanda-tanda karunia kharismatik, termasuk berbicara dengan bahasa roh, memudar setelah jaman rasuli. Juga pada jaman pertengahan pada saat orang awam sulit memperoleh atau membaca alkitab. Sesungguhnya karunia-karunia roh ini tidak pernah hilang dari gereja.

Berbahasa roh merupakan ucapan supraalami oleh Roh Kudus dalam bahasa yang tidak dimengerti baik oleh yang mengucapkan maupun oleh yang mendengarkan (kecuali dalam kasus-kasus khusus seperti di Kisah 2:5-13). Karunia ini tidak
ada sangkut-pautnya dengan ilmu bahasa, pikiran, atau kecerdasan orang yang mengucapkannya. Ini merupakan manifestasi pikiran Roh Kudus sendiri dengan memakai organ-organ suara manusia.

Dalam pengalaman saya, Morris Cerullo, makin sering berbahasa roh, makin sering bisa memanifestasikan karunia-karunia roh yang lain. Secara pribadi saya percaya bahwa perkara-perkara yang dari Tuhan akan lebih leluasa mengalir begitu kita bertumbuh dalam memakai bahasa roh yang supra alami ini. Dengan berbahasa roh juga akan menjadikan si Iblis putus-asa! Karena dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang kita doakan dalam bahasa roh! Sehingga, pengalaman saya, banyak kali begitu saya memulai berdoa bahasa roh, saya bisa melihat perubahan-perubahan yang sedang terjadi dalam dunia roh.

Ada lima kegunaan dalam berbahasa roh: sebagai tanda awal pencurahan Roh Kudus dalam kehidupan seseorang (baptisan Roh Kudus) walaupun tanda awal berbahasa roh ini bukan bukti karunia berbahasa roh untuk tujuan membangun jemaat; sebagai latihan untuk ibadah, untuk sarana komunikasi dengan Tuhan dalam pujian dan doa. Ini merupakan suatu tindakan penyembahan roh yang tidak diatur atau dibatasi oleh pikiran kita. Banyak yang menemukan bahwa dengan berdoa dengan bahasa roh membuka pintu bagi Roh Kudus untuk beracara dengan roh kita di daerah bawah sadar. Ini merupakan sarana membawa setiap pikiran kita untuk ditundukkan kepada Kristus (2 Korintus 10:5).

Sebagai penyembahan bersama yang akan indah dimana semua orang bisa bergabung dalam symphony penyembahan tanpa melalui latihan terlebih dahulu. Semua akan meyembah Tuhan dengan berbagai bahasa yang tidak usah ditafsirkan, tetapi sikap hati yang memuja kepada Tuhan. Tetapi jika hanya ada satu orang yang menyanyi dengan bahasa roh, harus diikuti dengan tafsirannya, yang bisa berupa lagu juga.

Sebagai pesan khusus Kristus untuk membangun, menasihati atau menghibur umat percaya (1 Korintus 12:10,28). Pesan yang disampaikan dengan bahasa roh ini harus ada yang menafsirkannya oleh yang bisa menafsirkannya atau oleh yang bersangkutan (1 Korintus 14:5,3).

Sebagai tanda bagi orang asing dan bagi mereka yang belum percaya karena dengan ada yang berbahasa roh mereka bisa mengetahui atau mengerti pekerjaan baik Tuhan atau perkara-perkara Allahi yang sedang terjadi. Misalnya pada saat Pentakosta dimana dengan karunia bahasa roh yang diberikan saat itu orang-orang lain yang sedang menyaksikan mereka bisa mengerti sehingga mereka bisa membuka hati untuk mau mendengarkan kotbah Petrus sehingga menjadikan mereka percaya Yesus sebagai Tuhan.

Karunia berbahasa roh ini khususnya untuk ibadah kita sama seperti apa yang Paulus katakan di 1 Korintus 14:18 yang mengatakan bahwa dia berbahasa roh lebih banyak dari semua orang. Yang Paulus maksudkan di sini ialah karunia berbahasa roh untuk memuji, menyembah dan berdoa. Ini hal yang sangat didorong oleh Paulus ada dalam kehidupan setiap umat percaya. Karunia berbahasa roh di depan orang banyak berbeda dengan yang ini. Karunia ini tidak diberikan kepada setiap orang. Mereka yang diberi karunia ini harus berani melangkah maju dalam iman dan mulai menyemaikan karunia ini. Ketujuh dari kesembilan karunia Roh Kudus biasa terjadi baik di di jaman Perjanjian lama maupun Perjanjian Baru, tetapi karunia untuk berbahasa roh dan menafsirkannya hanya terjadi setelah jaman Pantekosta. Paulus mendorong bagi mereka yang membawa pesan dalam karunia berbahasa roh juga berdoa agar Tuhan juga mengaruniakan tafsirannya (1 Korintus 14:13), walaupun bisa juga Roh Kudus akan memakai orang lain untuk melakukan ini. Menafsirkan bahasa roh itu bukan menerjemahkan. Penafsiran merupakan manifestasi supraalami Roh Kudus yang diberikan kepada seseorang yang memiliki karunia untuk menafsirkan arti bahasa roh yang dikatakan sebelumnya. Bisa jadi kata-kata penafsiran yang diberikan lebih sedikit atau lebih
banyak dari kata-kata bahasa rohnya.

Karunia bernubuat ialah karunia yang diberikan kepada seseorang berdasarkan ilham Roh Kudus untuk disampaikan dengan kata-kata yang bisa dimengerti. Ini bisa disamakan dengan gabungan karunia berbahasa roh dan penafsirannya. Nubuat itu tidak boleh menyimpang dari kebenaran firman Allah. Nubuatan itu benar-benar berasal dari Allah kalau memang apa yang dibuatkan itu terjadi (Ulangan 18:21,22). Nubuatan biasanya dilakukan oleh seorang nabi, yaitu seseorang dengan karunia kharismatik lain paling tidak dua, atau lebih. Seseorang yang memiliki karunia berkata-kata dengan hikmat dan atau berkata-kata dengan pengetahuan dan karunia untuk membedakan roh ditambah dengan karunia bernubuat bisa menjabat sebagai seorang nabi.



 

ke renungan yang lain