Make your own free website on Tripod.com

Janji Tuhan Kepada Kaum Yehuda

MASA KEGIRANGAN, SUKACITA DAN PERAYAAN YANG MENGGEMBIRAKAN (2)

( Warta Sepekan GBI Bethany, 22 Agustus 1999 )

 

 

Masa sukacita dan kegirangan akan digenapi bagi kaum Yehuda yang telah berpuasa sesuai dengan kehendak Bapa dan yang mencintai kebenaran dan yang mencintai damai.

Minggu lalu kita sudah mengerti apa arti menyintai itu.

Damai itu apa?

Paulus menyatakan bahwa Kerajaan Allah itu bukan soal makan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17).

Damai itu arti lengkapnya adalah damai sejahtera. Dan yang bisa memberikan damai sejahtera itu hanya Tuhan Yesus. Jadi, hanyamereka yang sudah memiliki Yesus saja yang memiliki dan bisa mencintai dan memberikan damai.

Karena itulah Paulus mengatakan di Roma 12:18, 'Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!' Juga apa yang disebutkan dalam Ibrani 12:14, 'Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.'

Mencintai damai artinya, dalam segala perkara atau dalam setiap kesempatan, senantiasa akan berbuat damai. Itulah 'harga' yang harus kaum Yehuda bayar untuk bisa memasuki masa-masa kegirangan dan sukacita yang sudah Tuhan janjikan.

Kalau kita sudah bayar harga untuk memperoleh janji-janji Tuhan ini maka Tuhan pasti akan melakukan bagian-Nya.

Masa kegirangan dan sukacita yang bagaimana yang kita alami?

Pertama-tama kita bisa melihatnya di Zakharia 8:4, 'Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung Tuhan semesta alam akan disebut Gunung Kudus.'

Ini yang permata-tama yang akan dan harus kita alami. Allah sendiri yang akan kembali ke Sion dan diam di tengah-tengah Yerusalem. Dia akan tinggal lagi di tengah-tengah umat-Nya. Dan kalau ini terjadi, kita akan bisa mengalami pengalaman-pengalaman seperti apa yang dialami bangsa Israel yang ada di padang gurun sewaktu dipimpin Musa.

Pada waktu itu Musa mengakui dan berkata, 'Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengankami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?'

Kalau kita mengalami seperti apa yang Musa dan umat Israel alami pada saat itu pasti ada sukacita. Allah sendiri yang dengan begitu nyata memanifestasikan diri-Nya. Tetapi, awas-awas, kalau kita dibawa Tuhan ke saat-saat demikian, kita jangan sampai mengulangi kesalahan yang dibuat oleh bangsa Israel pada saat itu: tidak bersyukur dan selalu menuntut.

Kalau kita bisa membayangkan hal ini saja, pasti sudah bisa merasakan sukacita dan kegirangan yang akan kita alami.

Janji yang berikutnya ada di Zakharia 8:4-5 yang menunjukkan adanya suasana damai, sukacita. Suasana yang benar-benar didambakan dan yang sepertinya hanya tinggal kenangan pada waktu masa anak-anak atau seperti dongeng saja. Coba kita perhatikan kata-kata di ayat tersebut, 'Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ.'

Bisakah kita membayangkan situasi yang luar biasa ini?

Janji yang berikutnya adalah terjadinya hal-hal yang ajaib seperti yang dikatakan Tuhan di ayat 6, 'Kalau pada waktu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib?' Akan banyak terjadi hal-hal ajaib dalam kehidupan kita.

Janji berikut adalah kita akan mengalami keselamatan yang ajaib sepanjang hari. Ini terungkap di ayat 7-8a, 'Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem'

Tidak memasalahkan apapun situasi dan kondisi yang ada, Tuhan tetap berjanji untuk menjagai kita sepanjang hari sampai kita diam di tengah-tengah Yerusalem. Bila perlu, Tuhan akan melakukan segala perkara untuk menggenapi janji-Nya ini.

Janji berikut ialah sesuatu yang sangat luar biasa, ayat 8b, 'Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.' Bisakah kita mengerti hal ini? Suatu menjanjikan adanya hubungan yang sangat intim dengan Dia.

Janji berikut, ayat 9, 'untuk mendirikan Bait Suci.' Tuhan menjanjikan Bait Suci, tempat ibadah, pribadi, keluarga maupun jemaat, di mana Dia tinggal di dalamnya. Ini berarti menjanjikan kemuliaan Tuhan yang akan senantiasa hadir, seperti di Bait Suci Solomo. Ini yang benar-benar sangat dahsyat: Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya dengan sepenuh-penuhnya. Ini bisa dimengerti karena saat ini adalah jam-jam akhir di akhir jaman. Tuhan, dan Iblis, akan bersama-sama mendemonstrasikan kuasa akhir jaman. Tuhan melalui umat dan gereja-Nya, Iblis melalui pengikut-pengikutnya.

Janji berikut adalah damaisejahtera, sukacita, dan berkat-berkat jasmani, rohani dan materi yang melimpah-limpah (ayat 12). 'Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya.'

Janji berikut ada di ayat 13, 'Dan kalau dahulu engkau telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!'

Ini semua berkat yang Tuhan janjikan.

Tetapi ada pesan Tuhan juga yang harus diperhatikan, ayat 16, 'Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu.'

'Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Semuanya itu Kubenci, demikianlah firman Tuhan.'

Tetapi Tuhan belum selesai dengan janji-janji tentang masa sukacita dan kegirangan. Dia masih menambahkan lagi, ayat 30, 'Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi melunakkan hati Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam! Kamipun akan pergi!'

'Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati Tuhan.'

'Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!'

Apa ini artinya?

Yang harus kita perhatikan adalah janji ini sebagai janji tambahan kepada kaum Yehuda yang sudah berpuasa dan mencintai kebenaran dan damai.

Ini berarti pula bahwa setelah kita mengalami sukacita dan kegirangan karena sudah mengalami penggenapan janji-janji Tuhan yang tersebut di atas, Tuhan memberikan janji tambahan di ayat-ayat tersebut.

Mengapa banyak penduduk kota dan bangsa datang berbondong-bondong untuk mencari Tuhan dan melunakkan hati Tuhan (bertobat)?

Karena mereka mengakui bahwa Allah telah menyertai kita dengan tanda ajaib yang dinyatakannya.

Masa kegirangan dan sukacita yang kita alami telah memberikan dampak sosial kepada masyarakat yang ada di sekitar kita. Ini memang suatu keharusan. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Jadi dengan keberadaan kita harus memberikan dampak kepada masyarakat di mana kita berada.

Setiap keberadaan gereja harus memberikan dampak positif kepada lingkungannya. Kalau tidak, patut dipertanyakan. Pasti ada sesuatu yang tidak beres! Demikian juga dengan keberadaan setiap anak Tuhan harus memberikan dampak kepada lingkungannya.

Yang kena dampak itu bukan hanya mereka yang belum mengenal Tuhan tetapi juga 'kaum Yahudi'. Perhatikan di ayat 23 yang menyebutkan bahwa punca jubah satu orang Yahudilah yang dipegang kuat-kuat oleh sepuluh orang dari berbagai bangsa dan bahasa. Padahal masa sukacita dan kegirangan itu adalah bagi kaum Yehuda, salah satu dari bangsa Yahudi.

Ini berbicara bahwa dampak itu menjadikan seluruh bangsa Yahudi, Israel rohani, seluruh umat Tuhan, baik yang termasuk kaum Yehuda maupun bukan, semuanya dipaksa untuk meningkatkan hubungan, memiliki hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan. Luar biasa!

Saat itu akan terjadi pertobatan yang sangat luar biasa, bukan hanya mereka yang belum mengenal Tuhan tetapi juga semuanya. Ini akibat Tuhan telah diam di umat-Nya dan menyatakan tanda-tanda ajaib-Nya.

Kalau Tuhan sudah berfirman, kalau Tuhan sudah berjanji, tidak akan satu orang pun atau apapun yang akan membatalkannya.

Inilah perkara ajaib yang Tuhan akan demonstrasikan di seluruh muka bumi, sekarang! Karena sekaranglah jam-jam akhir sebelum Tuhan Yesus menyongsong mempelai-Nya di awan-awan yang permai.

 

 

 

ke renungan yang lain