Make your own free website on Tripod.com

Persiapkan diri untuk bertemu Tuhan Yesus

HIDUP BERJAGA-JAGA

( Warta Sepekan GBI Bethany, 11 April 1999 )

 

Tuhan Yesus pernah mencela orang Farisi dan Saduki di Matius 16:2-3, 'Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata : Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata : Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.'

Siapa orang Farisi dan Saduki itu ?

Mereka adalah kelompok elite rohani pada saat itu. Orang farisi adalah golongan para nabi dan ahli Taurat yang berpengaruh. Orang Saduki adalah para pemimpin agama Yahudi, yang sebagian besar terdiri dari imam-imam. Mereka berpegang pada Taurat Musa secara mutlak. Orang Farisi menerima adat-istiadat nenek moyang, tetapi orang Saduki menolaknya.

Tuhan Yesus menegur mereka karena tidak mampu melihat kehadiran Mesias, Tuhan Yesus Kristus, yang jelas-jelas sudah dinubuatkan di kitab mereka. Ketidakmampuan mereka ini disebabkan karena sikap hati mereka yang keras, yang hanya berpegang kepada hukum tanpa ada hubungan pribadi dengan Allah. Mereka terlalu terpaku dengan apa yang tertulis (legalitas).

Orang Farisi dan Saduki itu bisa dikelompokkan seperti para hamba-hamba Tuhan dan pemimpin-pemimpin gereja pada saat ini. Kalau mereka bertindak sama dengan mereka, terlalu legalitas tanpa atau sedikit berhubungan secara pribadi dengan Roh Kudus, para hamba-hamba Tuhan ini akan dicela juga seperti mereka, 'Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.'

Apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan teguran-Nya itu ?

Kalau sekarang kita perhatikan apa yang sedang terjadi di sekitar kita, akan bisa kita lihat 'rupa langit' sebagai berikut :

Di Indonesia terjadi beberapa kerusuhan di daerah-daerah tertentu. Kerusuhan-kerusuhan yang sepertinya bergantian.

Mulai dari pengrusakan gereja yang terjadi di Situbondo dan lain-lain beberapa tahun yang lewat, peristiwa Pontianak, peristiwa Mei 1998, peristiwa Ketapang, peristiwa Kupang, peristiwa Ambon, peristiwa Sambas, dan yang terakhir peristiwa Tual.

Dalam peristiwa-peristiwa itu terjadi peningkatan kesadisan.

Di luar negeri terjadi juga penindasan pada kelompok-kelompok tertentu sampai perang antar bangsa, yang diawali dengan sesuatu hal yang 'sepele' sampai pengerahan pesawat-pesawat pembom dan yang belakangan ini makin melibatkan banyak negara.

Ini semua adalah 'tanda-tanda langit'.

Kalau kita hanya sampai tahu tanda-tanda ini tetapi tidak mengerti arti tanda-tanda ini yang menunjuk kepada tanda-tanda zaman, kita sama saja dengan orang Farisi dan Saduki pada saat itu.

Apa yang dimaksud dengan tanda-tanda zaman ?

Yuhan Yesus mengatakan antara lain di Matius 24:4-14, 'Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu ! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata : Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah, jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan akan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

'Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.'

Apa yang sekarang sedang terjadi di sekitar kita sebenarnya baru permulaan untuk menuju ke akhir dari akhir zaman, kedatangan Tuhan Yesus Kristus, dan akan memasuki zaman baru, zaman pemerintahan Tuhan Yesus seribu tahun.

Yesus juga mengingatkan di Matius 24:21, 'Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.'

Ini berarti, kalau memang Tuhan sudah berfirman dan mengingatkan hal ini, peristiwa itu pasti terjadi dan tergenapi !

Bagaimana kita, umat pilihan-Nya, yang bukan orang Farisi dan Saduki, harus mempersiapkan diri untuk hal ini ? Harus berjaga-jaga untuk hal ini ?

Pertama-tama, dan mutlak, kita harus benar-benar sudah lahir baru.

Lahir baru itu bukan hanya mengaku percaya bahwa Yesus itu Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Lahir baru itu bukan hanya sudah memberikan diri dibaptis selam dalam nama Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Lahir baru itu, yang merupakan pertobatan seseorang akan semua kesalahan dan dosanya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, benar-benar mampu, dengan kasih karunia Tuhan, menunjukkan buah pertobatannya.

Yang kedua, kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita.

Kita tidak akan bisa mengasihi Dia sebelum kita lahir baru.

Kita tidak akan bisa melakukan seluruh perintah-Nya kalau kita tidak mengasihi Dia.

Kita tidak akan bisa mengenal dan dikenal oleh Dia kalau kita belum mengasihi Dia.

Kita harus membina hubugan intim kita, berkasih-kasihan dengan Tuhan Yesus, setiap hari, melalui doa-doa pribadi kita.

Kita harus suka bergaul dengan firman-Nya, dan merenungkannya setiap saat.

Yang ketiga, kita harus hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh.

Anak-anak Allah adalah mereka yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah.

Kalau kita hidup oleh Roh, maka kita tidak akan melakukan perbuatan daging.

Dengan hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh, maka kita telah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut.

Dengan hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh, maka kita bisa berkata seperti Paulus, 'Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.' ( Filipi 1:20-21 )

Yang keempat, hidup dalam kekudusan.

Hidup dalam kekudusan itu hidup seturut dengan firman Allah.

Hidup dalam kekudusan itu kalau diingatkan oleh Roh Kudus tentang kesalahan dan dosa, langsung mohon ampun untuk itu. 'Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.' ( 1 Yohanes 1:19 )

Dengan keempat hal inilah kita harus mempersiapkan diri kita. Kita harus berjaga-jaga menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali di awan-awan yang permai. Kita harus mempersiapkan diri sebagai mempelai yang kudus, tidak bercacat dan cela untuk Dia.

Dengan keempat hal ini pula kita akan bisa bersikap seperti Paulus, 'Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu ? Hai maut di manakah sengatmu ?' ( 1 korintus 15:55 )

Dengan keempat hal ini maka kita akan melakukan apa yang benar seturut dengan firman-Nya. Kita tidak akan pernah berkompromi dengan dunia, apapun bayarannya. Bahkan nyawa sekalipun, seperti apa yang dikatakan Paulus di atas.

Alkitab menuliskan, menjelang kedatangan Tuhan Yesus, keadaan tidak akan menjadi lebih baik.

Goncangan demi goncangan akan terjadi.

Penganiayaan demi penganiayaan akan terjadi.

Tuhan Yesus juga sudah mengingatkan, 'Kamu akan dibenci oleh semua orang karena nama-Ku.' dan 'Kamu akan dibenci semua bangsa' (Mat.10:22, 24:9). 'Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.' (Yoh. 15:19)

Ada satu peringatan lagi dari Tuhan Yesus untuk kita, umat-Nya, 'Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi ?' (Lukas 18:8)

 

 

 

ke renungan yang lain