Make your own free website on Tripod.com

Tahun Pelipatgandaan - Tahun Mujizat - Tahun tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya

MEMPERSIAPKAN UMAT PEMENANG

( Warta Sepekan GBI Bethany, 05 Maret 2000 )

Ringkasan kotbah Pdt Niko Njotorahardjo di Senayan, 6 Februari 2000



'Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.' (Wahyu 17:14).

Mereka yang akan berperang melawan Anak Domba adalah Antikris dan pengikutnya; mereka yang bersama-sama dengan Dia adalah mereka yang ikut dalam pengangkatan.

Kedatangan TUHAN Yesus yang kedua kali itu terbagi dalam dua tahap: Pertama-tama TUHAN Yesus akan menampakkan diri di awan-awan menjemput gereja-Nya yang sungguh-sungguh, untuk diangkat bersama-sama ke Sorga dan akan tinggal di sana selama tujuh tahun. Sementara itu di bumi ada pemerintahan Antikris, ada hari TUHAN, yaitu hari penganiayaan, hari yang mengerikan!

Yang kedua, setelah masa tujuh tahun itu, TUHAN Yesus akan turun dari Sorga
bersama-sama mereka yang diangkat untuk berperang dengan Antikris dan
mengalahkannya.

Untuk bisa diangkat kita harus sebagai pemenang. Kalau tidak, tidak mungkin untuk diangkat. Mustahil untuk diangkat!

Berkenaan dengan masa yang segera datang itu ada suatu nubuatan, disertai dengan beberapa peneguhan, yang menyatakan bahwa saya akan dipakai sebagai Yusuf, yang diberi kuasa untuk mempersiapkan tujuh tahun masa kekeringan yang begitu dahsyat yang segera tiba. Akan segera tiba tujuh tahun masa aniaya, hari TUHAN. Para pemenang tidak akan mengalami masa ini karena sudah diangkat.

Saya diberi tugas untuk mempersiapkan umat agar luput dari hari TUHAN ini.
Mempersiapkan umat untuk menjadi mempelai Kristus, umat pemenang. Kita mendapat tugas khusus ini.

Kalau belakangan ini firman TUHAN diberitakan dengan keras seharusnya kita bersukacita karena dengan cara itu kita akan menjadi umat-umat pemenang.

Beberapa karakter seorang pemenang ialah:

Karakter pertama ada di Lukas 21:34-36, 'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari TUHAN jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.' Kalau gaya hidup kita tidak seperti ini maka hari TUHAN akan datang sebagai jerat. Hari-hari ini kita dipaksa untuk bisa dan mau berdoa.

Karakter kedua terdapat di Wahyu 3:10-11, 'Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.' Kalau tekun menantikan TUHAN kita akan dilindungi. Kita tidak akan mengalami hari TUHAN karena sudah diangkat. Karakter kita haruslah tekun menanti-nantikan Dia, artinya, Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia.

Di Betlehem ada sebuah gereja, Nativity, gereja yang dianggap sebagai tempat kelahiran TUHAN Yesus. Dijelaskan bahwa pada tahun 614, sewaktu bangsa Persia memasuki Tanah Perjanjian dan menghancurkan semua gereja yang ada, gereja ini satu-satunya yang dibiarkan berdiri karena di dinding luarnya ada mosaik yang menunggambarkan adanya tiga orang majus, orang Persia.

Pada waktu saya melihat gereja itu, pada kunjungan saya yang terakhir, TUHAN berbicara bahwa hari TUHAN yang dahsyat akan menimpa gereja-gereja dimana Yesus tidak lahir di dalamnya. Yang walaupun namanya gereja, walaupun namanya orang Kristen, tetapi bila Yesus tidak tinggal di dalamnya dan dia tidak tinggal di dalam Yesus, hari TUHAN akan datang sebagai jerat baginya. Demikian juga yang tidak tekun menanti-nanti Dia, berhati-hatilah! Tekun menantikan TUHAN itu artinya taat.

Yunus yang ditugaskan TUHAN ke Niniwe agar penduduknya bertobat, entah karena takut atau tidak ingin orang-orang Niniwe yang jahat itu bertobat, dia lari dari panggilan TUHAN. Yunus lari dengan naik kapal. Sewaktu kapal ada dalam bahaya karena serangan badai, Yunus tertidur nyenyak di bagian bawah kapal.

Perhatikan hari-hari ini. Gereja-gereja yang tidak melakukan firman TUHAN, yang tidur nyenyak dan tidak peduli situasi yang terjadi pada dunia ini, gereja-gereja atau orang-orang Kristen yang demikian akan dilemparkan ke laut!

Yunus pun dilemparkan ke laut, dan dimakan ikan. Karena di dalam perut ikan yang gelap, yang tidak nyaman dan yang bau memualkan itu Yunus bertobat maka ia dimuntahkan kembali dan tidak jadi dilumatkan dalam perut ikan.

Bagi yang menanti-nantikan TUHAN akan diberi kekuatan baru seperti yang dijanjikan di Yesaya 40:31, 'tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.' Kalau kita tekun menanti-nantikan TUHAN akan dilindungi dan akan mendapat kekuatan baru! Menanti-nantikan TUHAN itu, Qavah,artinya berharap kepada TUHAN.

TUHAN berjanji, sebelum datangnya hari TUHAN yang dahsyat itu ada sesuatu yang terjadi, seperti apa yang disebutkan di Yoel 2:28-31, 'Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.'

'Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan
gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.'

'Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.'


Ini tanda-tanda yang akan terjadi sebelum datangnya hari TUHAN itu. TUHAN sedang mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia. Ini terjadi sekarang. Mulai dari anak-anak kecil, remaja, teruna sampai orang-orang tua, akan mendapat Roh-Nya. Akan tiba, dan sudah tiba, anak-anak kecil akan memulihkan mezbah-mezbah keluarga dan memulihkan kehidupan doa di keluarga!

Karakter ketiga ada di Wahyu 4:1, 8-16, yang menunjukkan suasana Sorgawi dimana yang ada hanyalah seruan siang dan malam yang ditujukan hanya kepada TUHAN, seruan yang berupa persembahan puji-pujian, penghormatan, ucapan syukur, penyembahan, yang dilakukan sambil tersungkur!

Di Sorga itu hanya ada doa, memuji dan menyembah TUHAN siang dan malam, selama 24 jam! Tidak ada yang lain.

Sekaranglah saatnya bagi kita, calon-calon umat pemenang, untuk mempersiapkan diri untuk hal itu, dengan belajar hidup intim dengan TUHAN Yesus selama 24 jam.

Sekarang kita mempunyai menara-menara doa. Kita yang sudah hidup intim dengan TUHAN akan tidak kesulitan lagi untuk berada di menara-menara doa. Kalau kita berdoa maka kebangunan rohani akan terjadi.

Ada nubuatan yang diberikan oleh hamba TUHAN dari Eropa yang menyatakan bahwa Indonesia di tahun 2000 ada dalam keadaan gelap. Nubuatan hamba TUHAN dari Korea menyatakan bahwa di tahun 2000 itu di Indonesia akan banyak gereja dibakar dan dihancurkan. Tetapi nubuatan yang TUHAN berikan kepada kita menyatakan bahwa tahun 2000 ini merupakan tahun pelipatgandaan, tahun mujizat, dan tahun tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Nubuatan yang diberikan kepada kita sepertinya bertentangan tetapi sesungguhnya tidak. Melalui hal-hal yang akan seperti yang dinubuatkan oleh hamba-hamba TUHAN di luar Indonesia itulah TUHAN akan menggenapkan nubuatannya!

Sewaktu kami ada di 'upper room', tempat yang dianggap terjadi Pentakosta di Kisah Para Rasul, saya diminta TUHAN untuk mengucapkan firman TUHAN yang ada di Kisah 1:8,

'Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samarian dan sampai ke ujung bumi.'

Pengurapan saat ini merupakan pengurapan supaya kita bisa menjadi saksi-saksi Yesus. Menjadi saksi melalui kehidupan dan pelayanan kita, selain juga dalam memberitakan Injil. Kalau pengurapan turun, pengurapan itu yang akan mengajar kita untuk lebih mengerti dan mampu bertindak.

Kalau kita sudah merindukan hal-hal ini dan hidup dalam intim dengan TUHAN Yesus, kita akan menjadi pemenang-pemenang.

Yohanes 15:7 menyebutkan, 'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'.

Firman ini merupakan janji TUHAN kepada kita, yang hidupnya intim dengan TUHAN. Sebab dengan keintiman ini kita akan mengerti apa isi hati dan kehendak TUHAN. Keinginan kita akan dikuasai oleh Dia. Dan kehidupan kita akan dibimbing, diarahkan dan dikuasai oleh Roh Kudus. Semua apa yang kita lakukan hanya untuk kemuliaan Dia saja. Mari, sekaranglah saatnya untuk hidup intim dengan lebih lagi sehingga karakter kita diubahkan menjadi karakter seorang pemenang.




ke renungan yang lain