Make your own free website on Tripod.com

Era Gereja Tuhan Diberkati

RAHASIA MEMENANGKAN PEPERANGAN

Kotbah Pdt Niko Njotorahardjo di Senayan pada 4 Juli 1999

( Warta Sepekan GBI Bethany, 01 Agustus 1999 )

 

 

Bacaan firman Tuhan diambil dari doa Paulus untuk jemaat di Efesus 'Doa untuk pengertian tentang kemuliaan Kristus' (Efesus 1:15-23 ).

Tanggal 1,2 dan 3 yang lalu kita telah berpuasa bersama. Kita ingat janji Tuhan bahwa pada bulan-bulan ke4, 5, 7 dan 10 adalah masa-masa kegirangan dan sukacita, karena itu carilah kebenaran dan damai. Tuhan juga mengatakan bahwa Dia sudah memberikan kemuliaan-Nya kepada kita supaya kita menjadi satu. Kemuliaan Tuhan itu merupakan hadirat Tuhan dengan bobot yang lebih lagi.

Paulus berdoa agar Tuhan memberikan roh hikmat dan wahyu kepada jemaat di Efesus sehingga mereka bisa mengenal Tuhan dengan benar sehingga kemuliaan Tuhan akan lebih besar lagi ada dalam kehidupan mereka.

Demikian juga hal dengan kita. Saya juga berdoa bagi saudara semua agar penggenapan ayat 18 dan 19, 'Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,' benar-benar diberikan kepada saudara sehingga tahu pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan Allah itu.

Ada dua hal yang perlu kita perhatikan: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.

Kalau kita mengerti hal ini dalam waktu sekejab dunia akan dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan! Kalau kita mengerti hal ini kita semua akan diberkati dengan luar biasa oleh Tuhan.

Hari-hari ini Tuhan sedang membawa gereja-Nya memasuki era gereja yang sangat diberkati. Saya berani mengatakan hal ini karena pimpinan Tuhan yang begitu jelasnya yang diberikan kepada kita sejak awal tahun ini. Pimpinan yang diberikan melalui kisah Yosua, dan yang juga ada di Zakharia 8.

Pada pertemuan kita bulan lalu saya sudah mendoakan saudara agar menerima berkat-berkat yang sedang dan akan dicurahkan ini. Tuhan menunjukkan bahwa kita saat ini seperti Yosua pada waktu dibawa dari padang gurun untuk memasuki tanah perjanjian; tanah yang penuh dengan susu dan madu. Kita sedang dibawa ke suatu kehidupan yang penuh kelimpahan. Tetapi jangan lupa, walaupun Tuhan sudah menjanjikan tanah perjanjian itu mereka tidak diam saja. Mereka harus berperang untuk merebut dan menjarah semua berkat yang sudah Tuhan sediakan, yang dikuasai oleh bangsa-bangsa lain.

Hari-hari ini kita juga sedang dalam peperangan rohani untuk menjarah berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.

Peperangan Yosua saat itu dimulai setelah merayakan paskah. Paskah orang Yahudi itu jatuh pada tanggal 2 April yang lalu.

Demikian juga dengan kita. Paskah sudah kita rayakan. Peperangan mulai kita lakukan. Setelah bulan ke-4 kita mulai meraih jiwa-jiwa. Tidak salah kalau Zakharia 8 menyatakan setelah berpuasa pada bulan yang ke-4, 5, 7 dan 10, merupakan masa kegirangan dan sukacita dan perayaan bagi kaum Yehuda; kaum yang suka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan.

Kalau kita ada dalam keadaan yang biasa-biasa, tanpa ada goncangan, ketidakpastian, perasaan was-was kita tidak akan begitu merasakan bila ada kegirangan dan sukacita. Tetapi kalau kita ada dalam situasi yang mencengkam, situasi peperangan (rohani), kita benar-benar akan merasakan sukacita dan kegirangan itu.

Hari-hari ini kita sedang memasuki peperangan rohani. Kita pasti menang kalau mau melakukan apa yang Allah tunjukkan sebab yang berperang bukan kita melainkan Allah sendiri. Allah yang berperang ganti kita. Kita akan mengalami kemenangan demi kemenangan.

Saya berdoa agar mata hati saudara dicelikkan sehingga saudara bisa melihat peperangan yang dimaksudkan adalah untuk menjarah berkat-berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita akan menang perang asal mengikuti petunjuk Tuhan. Pada waktu menang akan ada kegirangan, sukacita dan perayaan. Pada hari-hari ini kita akan menerima berkat-berkat yang telah Tuhan janjikan.

Peperangan pertama orang Israel adalah menaklukkan benteng Yeriko. Bagi gereja kita, benteng-benteng yang harus dihancurkan adalah benteng-benteng yang menghalangi orang-orang untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Ini berbicara tentang penginjilan. Kita diberi Tuhan visi untuk memenangkan banyak jiwa, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain. Saat ini kita sudah memiliki banyak cabang di luar negeri. Cabang-cabang itu kita buka karena Tuhan yang menyuruh untuk membukanya.

Kita diminta untuk memerangi penghalang-penghalangyang menyebabkan orang tidak bisa datang kepada Tuhan Yesus. Menghancurkan benteng-benteng yang menghalangi orang untuk datang kepada Tuhan Yesus. Ini visi gereja kita.

Secara pribadi kita masing-masing juga memiliki benteng-benteng yang kokoh yang harus dihancurkan. benteng-benteng musuh itu bisa berupa sakit-penyakit, kemiskinan, kesombongan, kesengsaraan yang terus-menerus dan sebagainya. Dan hari ini kita bisa berkata, 'Tuhan, saya mau menghancurkan benteng-benteng yang ada dalam kehidupan kita.' Kita sebutkan benteng-benteng yang ada di depan kita. Hari-hari ini adalah saat yang tepat dimana kita akan meraih berkat-berkat yang telah Tuhan siapkan.

Pada waktu orang Israel menghancurkan benteng Yeriko Tuhan berkata kepada Yosua, 'Yosua, adakan prosesi (arak-arakan). Di depan sendiri adalah prajurit bersenjata (para pendoa). Di belakangnya ada tujuh imam yang memegang sangkakala (mereka yang suka memuji dan menyembah Tuhan). Di belakangnya lagi imam yang mengangkut tabut Allah (para pendeta). Dan yang paling belakang adalah barisan penutup (family altar dan jemaat).'

Semua prosesi itu berjalan dengan teratur karena adanya suatu 'unity'. Tuhan juga berbicara masalah ini kepada kita sewaktu kita berdoa puasa selama tiga hari di awal bulan ini.

Peperangan saat itu dipimpin oleh Yosua. Dia yang berjalan di depan. Mereka harus mengelilingi benteng Yeriko selama tujuh hari. Pada hari ke-1 sampai dengan ke-6 mereka mengelilingi satu putaran. Pada hari ke-7 mereka harus mengelilingi tujuh putaran. Pada waktu selesai melakukan putaran yang ketujuh, akan ditiup sangkakala dengan bunyi panjang. Pada saat mereka mendengar suara sangkakala ini seluruh orang Israel harus bersorak dengan nyaring dan langsung lari ke depan untuk memanjat tembok dan melakukan penjarahan.

Tetapi ada satu hal yang harus diperhatikan. Hari ke-1 sampai dengan hari ke-7 putaran ke-6 mereka tidak boleh ada yang bercakap-cakap. Semuanya harus diam! Tidak ada sepatah katapun yang keluar kecuali bunyi sangkakala.

Musuh yang ada di dalam benteng saat pertama kali mendengar bunyi sangkakala mereka ketakutan. Tetapi setelah mengetahui bahwa orang Israel tidak melakukan apa-apa kecuali berputar sekali kemudian pergi, mereka menjadi berani untuk melihat dari atas benteng, mengejek dan menyerang orang-orang Israel. Tetapi karena jaraknya di luar jangkauan, serangan itu tidak berakibat apa-apa. Yosua tetap menyuruh orang Israel tetap taat dengan berdiam diri dan tidak membalas walaupun mendapat serangan. Mereka bisa taat karena sudah adanya unity di antara mereka. Karena ketaatannya mereka bisa memenangkan peperangan. Peperangan itu adalah peperangan Tuhan. Bagi kita yang ingin menerima berkat-berkat Tuhan dan menikmati berkat-berkat itu harus bisa berdiam diri seperti mereka. Untuk bisa menang dalam peperangan ada beberapa ayat yang Tuhan berikan sebagai peringatan kepada kita. Efesus 5:4, 'Demikianlah juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang semberono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.' Efesus 5:19-20, 'dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.' Zakharia 8:16-17, 'Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman Tuhan.' Kalau kita melakukan semua ini, dengan hati dan mulut kita, kita akan menarik berkat-berkat Tuhan.

Dalam masa peperangan ada beberapa hal yang harus diperhatikan: Orang Israel pernah kalah perang walaupun Tuhan sudah menjanjikan kemenangan kepada mereka. Sewaktu kalah Yosua menanyakan kepada Tuhan penyebabnya. Tuhan memberitahu bahwa ada seseorang dari mereka yang tidak taat akan perintah Tuhan. Dia telah mencuri barang-barang yang telah dikhususkan untuk Tuhan. Ini mengakibatkan bangsa Israel kalah perang. Si pencuri berserta semua miliknya dan keluarganya harus dirajam dan dibakar sampai punah!

Kita yang ingin memenangkan peperangan jangan mengambil bagian yang dikhususkan bagi Tuhan: persepuluhan, penghukuman/penghakiman, pujian/penyembahan. Jangan mengambil ini. Jangan jadi Akhan.

Tuhan juga telah memerintahkan Yosua semua orang yang ada di tanah Kanaan untuk ditumpas. Ada suatu bangsa, Gibeon, yang dengan liciknya dan melalui pujian dan sanjungan kepada Yosua dan bangsa Israel menjadikan Yosua mengambil keputusan, tanpa minta petunjuk Tuhan, untuk berdamai dengan mereka, tidak menumpasnya seperti yang Tuhan perintahkan. Bangsa Israel telah mengadakan perjanjian damai tanpa minta petunjuk Tuhan dengan bangsa Gibeon.

Tuhan minta kita untuk menginjil. Ini perintah Tuhan. Tuhan memberikan visi yang berbeda-beda kepada masing-masing gereja. Kalau sampai saat ini Tuhan memberkati gereja kita secara berlimpah-limpah, itu karena kita telah mentaati perintah Tuhan, meskipun untuk mentaati ini kita mendapat tantangan dan cacian.

Kita harus berhati-hati untuk terus mentaati perintah Tuhan dan terus selalu bertanya kepada Tuhan sebelum mengambil suatu keputusan; keputusan yang sepertinya baik sekalipun, seperti perjanjian damai misalnya. Kalau tidak, bukan damai yang kita peroleh tetapi sebaliknya.

Di Yosua 18:2-3 disebutkan suatu sifat orang Israel yang menghambat kemenangan. Sifat itu adalah kemalasan. jangan malas. Raih berkat-berkat yang sudah Tuhan sediakan.

 

 

 

ke renungan yang lain